728 x 90
  • img

    Bupati dan Wakil

    Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumedang 2018, H Dony Ahmad Munir ST,MM dan Erwan Setiawan

  • img

    Tugu Bunderan

    Bunderan Sumedang

  • img

    Lingga

    LINGGA menjadi lambang Kabupaten Sumedang. Monumen Lingga berdiri kokoh di tengah Alun-alun Sumedang. Lingga adalah sebuah penghargaan atas pengabdian memimpin rakyat dibangun di jantung pemerintahan Sumedang. Penghargaan ini justru diberikan kepada bupati yang dianggap akan memberontak oleh Belanda. Monumen penghargaan ini dipersembahkan bagi Bupati Pangeran Aria Soeriaatmadja yang wafat di Mekah dan dijuluki Pangeran Mekah. Namanya juga diabadikan menjadi jalan persis di sebelah utara Lingga itu. Monumen ini didirikan tahun 1922 setelah bupati yang hidupnya sangat sederhana ini tak lagi menjadi orang nomor satu. Pangeran Soeriaatmadja menjadi Bupati Sumedang sejak 31 Januari 1883-1919. Monumen Lingga sendiri diresmikan oleh Gubernur Jenderal Mr D Fock di bagian dindingnya ditulis, Pangabakti Ka Suwarginan Pangeran Soeriaatmadja, Bupati Sumedang 1883-1919, ping 1 Juni 1919. Bagian atas Lingga berbentuk setengah bola dan terbuat dari pelat tembaga, melambangkan setinggi-tingginya puncak prestasi manusia, tidak akan mencapai kesempurnaan yang hakiki, sebab kesempurnaan sesungguhnya hanyalah milik Allah SWT. Sedangkan pintu Lingga sendiri, yang dibangun empat buah pada setiap penjuru mata angin dengan anak tangga bertrap-trap sebagai simbol pendakian ruhani manusia dalam mencapai keridloan Allah dengan terlebih dahulu menguasai empat unsur nafsu yang terdapat pada diri setiap insan, amarah, sawiyah, lawamah dan mutmainah. Dengan penguasaan keempat unsur nafsu itu, maka manusia dengan pengampunan Allah. Atas segala dosanya, diibaratkan seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibunya.

  • img

    Cadas Pangeran

    Jalan di Cadas Pangeran itu merupakan jalan raya pos (groote postweg) yang dibangun atas ambisi Gubernur Jenderal Herman Willem Daendles (1808-1811). Jalan yang dilewati saat ini bukan jalan yang dibuat semasa Daendles dan Bupati Sumedang Pangeran Koesumadinata IX atau dikenal dengan Pangeran Kornel. Jalan yang dibawah dibuat tahun 1908 saat Sumedang dipimpin oleh Bupati Pangeran Soeriaatmadja atau dikenal dengan Pangeran Mekah. Pemindahan jalan lama ke baru itu dilakukan karena kondisi jalan lama cukup berat dengan tanjakan yang sangat tajam dan banyak belokan sehingga kereta kuda yang lewat disana harus dibantu dengan kerbau atau sapi. Kawasan Cadas Pangeran termasuk jalan Jalan Raya Pos atau De Grote Postweg yang melintasi Sumedang mulai dari Jatinangor sampai ke Tomo dengan jarak 60 km. Jalan raya pos adalah jalan yang terbentang dari Anyer sampai Panarukan yang panjangnya kurang lebih 1.000 km. Jalan pos menjadi saksi bisu lalu lintas armada berbagai barang komoditas yang diangkut melintasinya sejak masa penjajahan hingga sekarang. Kini, diusianya lebih dari 200 tahun, Jalan Raya Pos telah berperan sebagai salah satu urat nadi utama perekonominan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

  • img

    Taman Endog

    Sumedang itu seperti sebutir telur yang harus dipegang dengan hati-hati. Sumedang juga disebutkan seperti kuning telur atau endog beubeureumna yang harus dijaga agar tidak jatuh dan pecah. “Kudu dijaga dirawatan jeung dinangnanengne Sumedang teh, ibarat nanggeuy endog beubeureumna, bisi peupeus moal kaala,” ujar Soetardja ketika meresmikan Taman Endog pada 28 Oktober 1991.

  • img

    Masjid Agung Sumedang

    MASJID Agung Sumedang merupakan perpaduan arsitektur Tionghoa dan Islam. Perpaduan arsitektur ini terlihat pada atap masjid yang bersusun tiga, mirip pada atap bangunan pagoda, kelenteng atau vihara. Di puncaknya bertengger sebuah benda yang disebut mustaka, yang bentuknya menyerupai mahkota raja-raja. Puluhan tiang beton dengan berbagai pernak-perniknya yang indah terpancang kokoh menyangga bangunan. Ukiran khas Tionghoa menghias kusen pintu dan jendela. Begitu pula pada sebuah properti yang terdapat pada bagian mimbar. Pembangunan masjid yang digagas oleh Pangeran Soegih atau Pangeran Soeria Koesoemah Adinata, Bupati Sumedang tahun 1836-1882, ini memang berlangsung bersamaan dengan masuknya sejumlah imigran dari daratan Tionghoa ke Sumedang. Para imigran inilah yang kemudian ikut membantu pendirian masjid. Atas jasanya, Pangeran Soegih pun memukimkan mereka kawasan yang ada di sebelah utara pusat pemerintahan, yang kemudian dikenal sebagai Gunung Cina yang ada di Jalan Geusan Ulun sekitar SMPN 9 Sumedang. Tempat yang menjadi lokasi Masjid Agung ini awalnya adalah tanah rawa yang subur dengan mata air. Sehingga, ketika pembangunan Masjid Agung akan dimulai, areal ini ditutup dulu dengan urugan tanah yang materialnya berasal dari wilayah di sebelah selatan Gedong Srimanganti. Untuk mendapatkan tanah urugan itu para pekerja harus menggalinya hingga sangat dalam. Tanah bekas galian itu kemudian menjadi sebuah telaga kecil yang hingga kini disebut Empang. Lokasi tepat di belakang Gedung Negara Sumedang.

Profil



Berita Terbaru

  • Apel Kesadaran Nasional 2

    Pelaksanaan Apel Kesadaran Nasional di halaman Kantor Kecamatan Situraja

    BACA
  • Tawaran Plt Gubernur Aceh Disambut Hangat Bupati 2

    Rombongan juga diajak berkeliling Sumedang kota dnegan naik bus Tampomas. "Pak Nova akan membuat surat edaran supaya masyarakat, mahasiswa dan pelajar Aceh berziarah ke Makam Tjoet Nyak Dhien dan meminta ada paket wisata lainnya di Sumedang," kata Bupati Dony.

    BACA
  • PPAT Harus Jadi Pemecah Masalah 2

    Wakil Bupati Erwan Setiawan membuka Konferensi Daerah (Konferda) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kabupaten Sumedang di Gedung Negara, Senin (18/3/2019). Konferda bertemakan , "Dengan Konferda Kita Tingkatkan Profesionalisme Serta Kerjasama Yang Selaras dan Harmonis Dengan Intansi Terkait."

    BACA
  • Menyamakan Persepsi Melalui Rakor Pemilu 2019 2

    Menghadapi hari pemungutan suara yang tinggal menghitung hari, Pemkab Sumedang menggelar rapat koordinasi (Rakor) penyelenggaraan Pemilu 2019 di Aula Tampomas IPP, Senin (18/03/2019). Kegiatan ini merupakan langkah untuk menyamakan persepsi pemerintah dengan penyelenggaraan pemilu pada tahun ini.

    BACA


  • Berita OPD



    Berita Kecamatan



    Artikel Terbaru



    Info OPD dan Kecamatan

    INFORMASI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DAN KECAMATAN



    Pariwisata


    Kuliner

    Agenda

    Lihat Agenda Lainnya

    Pengumuman

    Lihat Pengumuman Lainnya

    Download

    Lihat Download Lainnya