728 x 90

Berita Sumedang

Berita
Website Kabupaten Sumedang


Kegiatan Tahun 2020 Akan Lebih Sedikit
13 Mar 2019 | 34 views

| | |



SUMEDANGKAB.GO.ID, SITU - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) 2019 yang digelar di Graha Asia Plaza, Rabu (13/2/2019) akan menjadi pedoman dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2020. Pemkab Sumedang fokus untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan kualitas SDM, membangun infrastuktur dan mengembangkan pariwisata. Sekolah yang rusak diperbaiki. Di setiap kecamatan harus ada SMA/SMK, pasar rakyat dibangun, rumah sakit di Tanjungsari akan dibangun, puskesmas rawat inap diperbanyak.

Untuk pagu anggaran berbeda dari sebelumnya. Sekarang money follow program, lebih fokus dan tidak lagi banyak kegiatan yang tidak mengarah. Anggaran akan betul-betul efektif, mengesahkan program kegiatan yang berdampak pada pengentasan kemiskinan, berdampak pada pencapaian visi dan misi serta berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat sehingga jumlah kegiatan tahun 2020 akan lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya.

Bupati Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Erwan Setiawan dan Sekretaris Daerah Herman Suryatman menjadi narasumber. Hadir perwakilan Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Sumedang beserta anggota, unsur Forkopimda, unsur Pemerintah Kabupaten tetangga Majalengka, Garut, Subang, Indramayu, Bandung, Tasikmalaya, para Kepala SKPD, Camat, BUMN, BUMD da para pimpinan perusahaan, dan tamu undangan lainnya.

"Idealnya Musrenbang melibatkan masyarakat, pemangku kepentingan mulai dari tahapan proses penyusunan sampai dengan pelaksanaan, secara bersama memikirkan bagaimana membiayai dan mengimplementasikan hasil musyawarah perencanaan pembangunan. Hal ini bisa terjadi manakala pemerintah dan pemangku kepentingan duduk secara bersama dan setara dalam memikirkan pembangunan yang bertujuan pada kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Dony Ahmad Munir.

Analisis komposisi pendanaan tahun 2020 masih bergantung pada dana  perimbangan. Sebagian besar pendapatan yang diterima dalam peruntukannya telah diatur oleh perundang-undangan sehingga pendanaan pembangunan daerah tidak berbanding lurus dengan kebutuhan dan tuntutan pembangunan daerah yang sangat tinggi.

"Pemkab Sumedang dapat mencari sumber pendanaan lainnya diluar APBD sesuai perundang-undangan yang berlaku sehingga tujuan pembangunan yang berkeadilan di Kabupaten Sumedang dapat terwujud," ujarnya.

Menurutnya, lima masalah mendasar kemiskinan dan pengangguran,  pelayanan pendidikan dan kesehatan, ketiga infrastruktur jalan, jembatan, dan irigasi, keempat investasi dan pertumbuhan ekonomi, dan yang kelima kinerja Aparatur Sipil Negara menjadi perhatian serius pemerintah. "Semua permasalahan dapat teratasi. Ada enam potensi sebagai unggulan yang menjadi kekuatan bagi landasan pembangunan di Kabupaten Sumedang," katanya.

Disebutkan, sebesar apapun masalah tidak seharusnya membuat kita berkecil hati. "Kita mempunyai potensi unggulan yang menjadi kekuatan, pertama sumber daya manusia, kedua sumber daya alam, ketiga sejarah dan nilai budaya luhur, keempat letak geografis yang strategis, kelima kawasan ekonomi khusus Jatigede dan kawasan industri Buahdua, Ujungjaya Tomo, serta keenam kawasan pendidikan dan pengembangan Jatinangor," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik Kurohman yang mewakili gubernur mengajak kepada seluruh Stakeholder di Kabupaten Sumedang agar bisa sinergi dan kolaborasi serta cara-cara baru inovasi untuk mendukung Jabar Juara Lahir dan Batin.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula penandatanganan berita acara Musrenbang oleh Bupati Sumedang serta perwakilan pesera Musrenbang. [humas]




sumber :