728 x 90

Berita Sumedang

Berita
Website Kabupaten Sumedang


Petani Belum Garap Maksimal Hutan Rakyat
13 Apr 2019 | 19 views

| | |



SUMEDANGKAB.GO.ID. WADO - Hutan rakyat di wilayah Wado belum terkelola dengan baik sehingga hasilnya belum mampu menjadikan pendapatan maksimal. Penyuluh Kehutanan pada Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat,  M Riyadusodik menyebutkan, lahan hutan rakyat di wilayah Wado mencapai 30 persen dari luasan lahan darat. Atau sekitar 1500 hektare.

Hutan rakyat paling banyak terdapat di Desa Cilengkrang, Cimungkal, Sukajadi dan Desa Ganjaresik.

"Harus diakui efektifitas pengelolaan hutan rakyat belum terasa. Ini pekerjaan rumah bagi kami dan petani," kata Riyadusodik, Sabtu (13/4/2019).

Menurut, salah satu faktor tidak meningkatnya produktivitas hutan rakyat di Wado adalah belum terbentuknya Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) ditingkat lingkungan petani hutan rakyat. UMHR adalah unit pengelolaan hutan yang bertujuan meningkatkan nilai jual produk hutan rakyat.

"Faktor lainnya belum adanya pemahaman akan tata kelola lahan oleh petani itu sendiri. Tapi bisa juga terbentur biaya. Untuk itu sebaiknya  ya di bentuk UMHR. Saat ini di Kabupaten Sumedang sendiri, UMHR sedang dirintis di Kecamatan Tanjungkerta dan Tanjungmedar," katanya.

Idealnya petani yang tinggak di kawasan hutan paham dan punya kemampuan mengelola hutan. Selama ini, petani masih bersipat individual dalam mengelola hutan rakyat.  Selama ini hutan rakyat hanya diberdayakan untuk tanaman kayu seperti jabon, singon dan gemelina. Seharusnya  ketika ingin diberdayakan lebih maksimal lahan harus ditata dengan pola dan teknis tertentu seperti pola agroforestri  yaitu memadukan antara komoditas pertanian dengan kehutanan. ***(nsa)




sumber :