berita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon haji Kabupaten Sumedang akan menjadi jamaah pertama yang berangkat ke Tanah Suci pada hari pertama dari embarkasi Jawa Barat, 18 Juli 2018.Pada hari yang sama, jamaah yang akan berangkat berasal dari kloter 2 Kota Tasikmalaya dan kloter 3 Kabupaten Bekasi.Kabid Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama RI Jawa Barat, Azam Mustazam, mengatakan kloter 1, 2, dan 3, ini akan masuk ke Asrama Haji Bekasi pada 17 Juli 2018.

Setelah sekitar 12 jam di asrama haji untuk pemeriksaan kesehatan, pemberian living cost, dan perbekalan lainnya, mereka diberangkatkan ke bandara.

"Kloter pertama itu dari Sumedang. Tanggal 18 Juli 2018 jamaah mulai terbang, setiap hari 3 kloter. Take off dari Bandara Soekarno Hatta di Jakarta," kata Azam melalui ponsel, Senin (16/7/2018).

Penerbangan semua jamaah haji asal Jawa Barat ini menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines. Dari Jawa Barat, terdapat 96 kloter yang akan berangkat sampai 15 Agustus 2018. Rata-rata satu kloter berjumlah 404 sampai 410 orang calon haji dengan 6 petugas.

Pada 2018 ini, Jawa Barat mendapatkan kuota haji terbesar di Indonesia, mencapai 38.852 orang dari total kuota nasional yang mencapai sekitar 221.000 orang.

Semua calon haji dari Jawa Barat harus terlebih dulu memasuki asrama haji di Bekasi, termasuk tiga kloter yang rencananya akan diterbangkan dari Bandara Kertajati.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa berharap Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta-Bekasi dapat melayani jamaah haji secara profesional dan handal.

“Untuk itu, panitia yang handal dan profesional dalam melayani para jamaah di lapangan merupakan hal yang mutlak,” katanya dalam pengukuhan PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi di Asrama Haji Bekasi, Selasa (3/7/2018).

Panitia, menurut Iwa, perlu mengantisipasi berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan, khususnya ketersedian penginapan, makanan, transportasi, serta layanan kesehatan.

“Panitia Penyelenggara Ibadah Haji sebagai garda terdepan yang bertatapan langsung dengan jamaah, oleh karenanya, evaluasi senantiasa terus kita lakukan dalam berbagai kesempatan khususnya pada saat dilaksanakannya pelatihan Petugas yang menyertai jamaah haji,” tuturnya.

Pihaknya juga berpesan agar PPIH senantiasa bersikap arif, bijaksana, dan profesional, serta lebih memperhatikan aspek ibadah yang harus didahulukan dalam memberikan pelayanan kepada para jamaah haji.

 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG

sumber : http://jabar.tribunnews.com