berita

Hingga saat ini masih ada desa  sebanyak 17 desa tidak ada signal internet 4G dan  43 desa buruk signal internet khususya 4G yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumedang.

Padahal, layanan internet sangat dibutuhkan untuk membuka akses komunikasi masyarakat desa yang kini mulai berkembang, sejak pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyalurkan Alokasi Dana Desa.

Infrastruktur telah berkembang pesat, namun sarana komunikasi masih belum terjangkau.

Menanggapi hal itu, Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik (Diskipas) Kab.Sumedang melalui Kepala Bidang Informatika Kemal Idris yang didampingi Kasi Telekomunikasi Mamat Rohimat mengatakan, “Dari sebanyak desa yang blank spot tersebut  kami berupaya mengatasinya dengan menggandeng pemerintah pusat BAKTI Kominfo RI”.  

Setelah Konsultasi dan Koordinasi ke BAKTI Kominfo RI selasa (10/10), Pemerintah pusat mengatakan  titik blank spot yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumedang rencananya akan dibangunkan Base Tranceiver Station (BTS).

“BTS ini nantinya  sudah siap digunakan, Pemkab hanya diminta untuk menyediakan lahan untuk mendirikan tower atau antena,” jelasnya. Ditambahkannya, penanganan blankspot ini membutuhkan tower yang sangat tinggi.

“Jadi ini berbeda dengan mini tower, kalau mini tower untuk mengatasi blank spot di wilayah perkotaan, memperkuat sinyal seluler dari BTS yang sudah ada. Sementara kalau di perkampungan atau wilayah pedalaman memang terhalang bukit BTS yang ada pun masih kurang maksimal.

Agar rencana ini segera terealisasi, minta dukungan dari Bupati DPRD Kabupaten/Provinsi untuk diajukan ke Pemerintah Pusat, agar BTS segera terbangun.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Komisi A DPRD Kabupaten Sumedang untuk bisa koordinasi dengan DPR komisi I.

Sebelumnya, Pemkab Sumedang  sudah bekerjasama dengan perusahaan komunikasi untuk membangun tower di titik blank spot tersebut tapi sampai  dengan saat ini belum terealisasi.

Erwan