UMKM di Tengah Pandemi


Baca juga : UMKM di Tengah Pandemi


SUMEDANGKAB.GO.ID, KOTA – Pandemi Covid 19 berdampak hampir ke semua orang dengan berbagai jenis profesi. Namun siapa sangka, para pelaku usaha UMKM yang mempunyai usaha skala kecil ini jusru dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan keadaan di tengah wabah ini.

Relawan Pendamping UMKM Crisis Centre ABDSI Jawa Barat Maulana Yusuf mengatakan, para pelaku UMKM umumnya memang sudah terbiasa dengan situasi perekonomian yang tidak pasti. Seperti saat ini, ketika wabah penyakit menyebar dan mengharuskan setiap orang untuk berada di rumah, pelaku UMKM dituntut gerak cepat memutar usahanya agar tetap mendatangkan penghasilan.

“Pelaku UMKM umumnya gerak cepat mengganti usaha atau banting setir usahanya, ada yang bersifat sementara atau malah justru akan jadi berkepenjangan usahnya barunya ini karena terinsipirasi dari kondisi pandemi,” kata Maulana, Kamis (30/44/2020).

Di Sumedang, Maulana yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Komunitas Enterpreuneur Sumedang (KES) menuturkan sebagian besar pelaku UMKM memang sudah memutar usahanya menyesuaikan keadaan. Mulai dari produk dan marketing mereka ganti demi meraih konsumen sebanyak-banyaknya.

“Pelaku UMKM mengganti produk yang dibuatnya, missal dari semula fashion yang menjadi kebutuhan sekunder kini beralih ke pembuatan masker misalnya. Ada juga yang banting setir sekaligus menjadi produsen makanan siap saji,” kata Maulana.

Namun umumnya, Maulana memastikan, hampir semua pelaku UMKM terus bergerak berusaha meski harus mulai dari 0 lagi. Meski demikian, produk mereka kini justru jadi andalan kebanyakan orang di tengah pandemi sehingga pendapatan tetap lancar.

Maulana yang juga kini aktif sebagai relawan di “Lunas’ (Layanan UMKM Naik Kelas) yang bergerak di bidang Pendampingan UMKM terdampak Covid 19 memastikan bahwa UMKM relatif bertahan di tengah pandemi ini karena memang sudah ada jalur penataan krisis bagi UMKm yang disiapkan pemerintah. Salah satunya, Lunas yaitu sebuah platform untuk menaikkan usaha para pelaku UMKM dengan keterlibatan teknologi dan sistem informasi bagi manajemen usaha UMKM.

UMKM yang seringkali menjadi ujung tombak perekonomian di Indonesia sudah terbiasa bertahan di tenga situasi yang tak menentu seperti krisis moneter, nilai tukar rupiah turun atau bahkan ketika situasi politik dan pemerintahan yang tak menentu. Atas kondisi tersebut, Maulana mengapresiasi ***(vrs)

 


UMKM

Artikel Terkait