56 Pelaku Usaha Langgar Protokol Kesehatan


Baca juga : Sanksi Bagi Pelanggar PSBB
Pemkab Sumedang Siapkan Sanksi Bagi Warga tak Memakai Masker
Haji Umuh Serahkan Bantuan APD dan Masker untuk Tenaga Kesehatan


SATPOL PP - Sebanyak 56 pelaku usaha mendapat sanksi dari Divisi Pam dan Gakum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yakni Satpol PP karena kedapatan melanggar protokol kesehatan, sesuai Perbup Nomor 74 Tahun 2020. Jumlah tersebut sejak diterapkannya Perbup pada 15 Agustus hingga 30 September 2020 kemarin.  "Mereka kedapatan melanggar protokol kesehatan saat kami lakukan razia, baik di tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumedang, Bambang Riyanto, Kamis (1/9/2020).

Ia mengatakan, pihaknya baru memberikan sanksi ringan berupa teguran tertulis, karena pelaku usaha tersebut baru satu kali kedapatan melanggar. "Semuanya ada 56 pelaku usaha (yang dikenakan sanksi). Itu berdasarkan data yang masuk ke Gugus Tugas Kabupaten dan kecamatan dari 4 posko," ujarnya.

Pengenaan sanksi tersebut, kata Bambang, diberikan karena pelaku usaha tidak menyediakan tempat cuci tangan, tidak menyediakan thermal gun, dan ada juga pengunjung serta pekerja yang tidak memakai masker. Kata Bambang, para pelaku usaha yang dikenakan sanksi teguran tertulis tersebut kebanyakan di tempat perbelanjaan seperti minimarket, toko modern, dan mall yang ada di setiap kecamatan di Kabupaten Sumedang. "Jadi pelanggaran di tempat usaha itu ada beberapa, terutama konsumen yang tidak memakai masker saat datang ke tempat usahanya," kata Bambang.

Atas hal tersebut, lanjut Bambang, konsumen dan pelaku usahanya dikenakan sanksi sesuai Perbup nomor 74 tahun 2020, tentang sanksi administratif terhadap pelanggaran tertib kesehatan dalam pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan penanggulangan Covid-19. Berdasarkan Perbup tersebut pengenaan sanksi terhadap para pelaku usaha meliputi teguran tertulis, denda administratif Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, penghentian sementara kegiatan, pembekuan izin usaha, hingga pencabutan sementara izin usaha. "Kami juga memberikan sanksi kepada para pelaku usaha yang tidak menyiapkan Satgas Covid-19 di tempat usahanya," katanya.

Pihaknya memastikan, akan memberikan sanksi yang lebih berat jika mereka kedapatan sudah melanggar protokol kesehatan sebanyak dua hingga tiga kali, karena data pelanggar sudah tercatat pada Sistem Aplikasi Sanksi Protokol Kesehatan (Siakiprotes). (agn)


Sanksi, Denda, Masker

Berita Terkait