Kematian Warga Jarang Dilaporkan ke Disdukcapil


Baca juga : Masyarakat Harus Mengurus Akte Kematian


DISDUKCAPIL - Ketua RT dan RW diharapkan aktif dalam melaporkan warga disekitarnya baik yang pindah domisili maupun yang meninggal dunia. Hal ini penting dilakukan dalam upaya pemutahiran data jumlah penduduk.

Menurut Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Disdukcapil A Beni Triyadie, sejauh ini angka kematian jarang dilaporkan.  "Peran RT/RW sangat penting karena secara langsung mereka mengetahui perkembangan penduduk di wilayahnya," jelas Beni Kamis (1/10/2020).

Bukan hanya RT/RW yang harus melaporlan tetapi pemerintah desa dan kecamatan juga harus ikut melaporkan atas informasi dari tingkat bawah. "Jadi dalam pelaksanaannya RT/RW melapor ke Desa, kemudian Desa ke Kecamatan. Selanjutnya dari Kecamatan ke Disdukcapil," ujarnya.

Ditambahkan Beni dengan adanya  pelaporan ini tentu sangat berpengaruh terhadap data kependudukan di Sumedang. Karena dengan pelaporan dari RT/RW bisa terekam data kependudukan disetiap wilayah.  Karena tidak adanya loporan yang continue hal ini berdampak pada kurang validnya data yang dimiliki.

Beni mencontohkan, terkait permasalahan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) beberapa waktu lalu. Dimana ada penerima Bansos yang diketahui sudah meninggal dunia atau ada juga yang sudah pindah domisili.  Permasalahan tersebut muncul, karena kurangnya informasi yang diterima oleh Disdukcapil Kabupaten Sumedang, sehingga berdampak tidak adanya pemuktahiran data penduduk.  "Coba kalau setiap ada orang yang pindah domisili ataupun meninggal dunia, kami mendapatkan laporan. Tentunya data kependudukan bisa terus dimutahirkan, dan yang jelas tidak ada lagi orang yang sudah meninggal mendapatkan bantuan," katanya.

Sejauh ini, terang Beni, baru data kelahiran yang dilaporkan secara continue, karena hal ini berkaitan dengan pembuatan akta kelahiran bagi bayi yang baru lahir.
Sementara untuk data kematian jarang dilaporkan dan sebagai catatan dari 26 kecamatan di Sumedang baru 2 kecamatan yang saat ini secara continue melaporkan angka kematian yaitu Situraja dan Cisarua. (end)


Akte Kematian

Berita Terkait