Kepala Desa Belajar Mengelola Homestay


Baca juga : Disparbud Berikan Tata Cara Kelola Desa Wisata
Atraksi Helikopter Memukau di Pembukaan Kejuaraan Dunia Paralayang
Kepala Desa Praktek Lapangan Desa Wisata ke Petingsari, Sleman


DISBUDPARPORA - Desa Pentingsari merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Pentingsari berbentuk seperti semenanjung, sebelah barat terdapat lembah yang sangat curam yaitu Kali Kuning dan sebelah Selatan terdapat lembah berupa gua bernama Gua Ledok atau Ponteng dan Gondoran sebelah Timur terdapat lembah yang curam yaitu Kali Pawon dan sebelah Utara merupakan dataran sebagai pemukiman warga sekitar dan hamparan luas dari pemandangan Gunung Merapi.  Pentingsari yang terdiri dari dua Dusun yaitu Bonorejo dan Pentingsari ditetapkan sebagai Desa Wisata pada tanggal 15 Mei 2008 dan selalu didatangi pengunjung baik yang mau berwisata atau studi banding.  

Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) mengajak kepala desa dan perangkat desa praktek kerja lapangan ke Desa Petingsari, Sleman, Yogyakarta, Jumat (20/12/2019). Praktek Kerja Lapangan Workshop Tata Kelola Wisata Pedesaan dan Pengelolaan Homestay untuk Pengembangan Desa Wisata Kabupaten Sumedang.

Wabup H Erwan Setiawan yang turut hadir dalam  kunjungan ke Desa Wisata Pentingsari meminta praktek lapangan harus memberikan efek positif dan bisa dipraktekkan di Sumedang.  "Saya melihat di Sumedang mempunyai kelebihan dari beberapa daerah lainnya. Di Sumedang terutama daerah Jatigede sangat berpontensi," katanya.

Wabup berharap Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata  Jatigede pada Tahun 2020 sudah mulai digarap termasuk pemetaannya. "Setelah KEK Jatigede selesai, akan ada pelatihan- pelatihan kepada masyarakat bagaimana cara mengelola homestay yang baik," katanya.

Maksud kunjungan tersebut adalah mengetahui pengelolaan homestay yang baik sehingga dapat mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya baik itu domestik maupun mancanegara. "Ini saja sampai bulan Juni 2020 sudah full booking. Padahal hanya menjual suasana alam. Kita di Sumedang suasana apapun ada dan tersedia," ujarnya

Wabup berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pembelajaran  dan betul- betul dicerna oleh para peserta untuk dijadikan pelajaran untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Sumedang. "Saya berharap sepulang dari kunjungan ini, paling lama seminggu sudah ada laporan dari hasil kunjungan kerja disini. Mana saja nanti desa-desa yang ada di Kabupaten Sumedang yang akan dijadikan homestay seperti di daerah Desa Pentingsari ini," harapnya

Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro mengatakan, Pentingsari dibangun kurang lebih 12 tahun yang lalu. "Perubahannya dengan mempercantik desa dengan dasar kreatifitas. Ternyata apresiasi itu tidak datang begitu saja dan tidak mudah. Satu tahun dibentuk pada 2008 tidak ada tamu yang datang. Pada 2009 awal kami baru dikenal dan 2010 kami pasang target, namun ada erupsi gunung Merapi. Kami bangkit di 2011," katanya.

Ia menerangkan, tamu yang datang dari awal hanya 500 orang pertahun dan sekarang sudah mencapai 25 ribu orang per tahun.  "Untuk ukuran destinasi itu kecil, tapi untuk ukuran sebuah dusun itu luar biasa," katanya.

Ia mengungkapkan, produk Desa Wisata Pentingsari adalah homestay yang hanya berawal dari lima rumah.  "Sekarang sudah hampir 70 persen rumah yang ada disini menjadi homestay. Kami bagi adil semua homestay terisi disini dan pendapatan nya rata- rata sama," katanya. [mth]

 


Desa Wisata, Explore Sumedang, Sumedang Kreatif

Berita Terkait