Lagi, Baznas dan SSQR Beri Bantuan Keluarga Enah


Baca juga : Capim BAZNas Sumedang Ikuti Tes Tertulis
Wahyu Senang Setelah Sekian Lama Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk


SUMEDANGKAB.GO.ID, TANJUNGKERTA - BAZNas Sumedang bersama tim Sumedang Simpati Quick Respone (SSQR) menyerahkan bantuan kepada keluarga Eman (80), warga Dusun Baru RT 01 RW 07 Desa Cipanas Kecamatan Tanjungkerta. 
Eman dan istrinya, Enah (70) merupakan keluarga miskin, yang tinggal bersama tujuh cucu dan seorang anak angkat. Rumah mereka hanya berbahan bambu dan bilik, berukuran 2,5x4 meter, yang sudah lapuk dimakan usia.
Enah menuturkan, sejak suaminya terbaring sakit beberapa tahun lalu, ia mengambil peran sebagai kepala keluarga, dengan merawat sang suami, sekaligus tujuh cucu, dan seorang anak angkat.
"Suami saya sudah lama sakit, hanya bisa terbaring di tempat tidur saja, semua aktivitas ya di tempat tidur," ujar Enah, Jumat (28/8/2020).
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, Enah berjualan daun pisang di pasar. Penghasilan yang didapat dari berjualan daun pisang antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per harinya. Jika Enah ke pasar, cucu tertua Enah yang masih duduk di Kelas 6 SD menggantikan peran Enah merawat kakek dan adik-adiknya.
Enah memiliki anak tunggal bernama Emat (33) yang bekerja sebagai sopir dumptruk, sedangkan istri Emat, Siti Nurjanah (33) bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tak jauh dari rumahnya.
Keluarga Emat tinggal di sebuah rumah panggung sederhana dekat dengan rumah Enah, yang beralaskan papan kayu serta dinding GRC . Dengan luas bangunan kurang lebih 2,5X2,5 meter.
"Kalau hujan suka bocor, kalau malam juga dingin karena dindingnya sudah pada bolong," ujarnya.
Ketua BAZNas Sumedang, Ayi Subhan Hafas mengatakan, bantuan yang diberikan baru berupa bantuan taktis untuk keperluan makan Enah dan keluarganya.
"Bantuan untuk sementara sifatnya taktis dulu, berupa sembako," kata Ayi.
Tidak hanya bantuan sembako, lanjut Ayi, pihaknya juga akan memberikan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), untuk memperbaiki rumah keluarga Enah.
"Melihat kondisi rumahnya memang sangat tidak layak huni, bahkan sudah mau roboh, tidak ada MCK. Maka itu secepatnya akan kami bantu melalui program RTLH," ujarnya.*** (agn)


baznas, rumah tak layak huni

Berita Terkait