RSUD Luncurkan Si Jari Emas Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi


Baca juga : Usai Subuh Berjamaah, Bupati Tinjau Pembangunan Jalan di Ujungjaya
RSUD Luncurkan Si Jari Emas Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi


PALASARI - RSUD Kabupaten Sumedang terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Kali ini, upaya yang dilakukan yakni dengan meluncurkan sistem informasi jejaring rujukan bernama 'Si Jari Emas'.  Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and Newbord Survival.

Direktur RSUD Kabupaten Sumedang,  dr  Aceng Solahudin Ahmad menuturkan, dengan aplikasi ini, diharapkan bisa menekan angka kematian pada ibu dan bayi saat persalinan.  Aplikasi tersebut penanganan pada ibu hamil maupun saat akan bersalin bisa lebih cepat dan tepat.  Dengan Si Jari Emas ini baik bidan di Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Poned) Puskesmas maupun petugas Ponek (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) bisa mengetahui lebih cepat apa yang harus dilakukan jika mengalami kendala saat persalinan. "Sistem rujukan ini hanya digunakan oleh bidan desa atau Puskesmas dan petugas Ponek di RSUD Sumedang. Untuk melayani pada saat persalinan atau kegawat daruratan ibu maupun anak saat proses persalinan" katanya, Rabu (13/11/2019).

Ia menjelaskan, bidan Poned akan bisa mengetahui secara detail apa yang harus dilakukan jika mendapati kendala saat persalinan. Kemudian, petugas Ponek di rumah sakit juga bisa menyiapkan apa yang akan dilakukan di rumah sakit. "Jadi saat bidan Poned menemui kendala saat persalinan, dia akan meminta rujukan ke petugas Ponek, dengan berbekal kondisi pasien. Kemudian petugas Ponek akan memberi rujukaan pada bidan tersebut. Saat diperjalanan ke rumah sakit juga bidan akan diberitahu apa yang akan dilakukan," katanya.

Menurutnya, kematian pada ibu dan bayi disebabkan oleh empat faktor, yakni terlambatnya penemuan kasus, penanganan, pengiriman, dan terlambatnya tindakan. "Dengan sistem ini kita berupaya menurunkan empat keterlambatan tersebut. Sebab tindakan akan lebih cepat, tidak perlu ada observasi dulu dari petugas rumah sakit," ujarnya.

Saat ini enam Puskesmas menjadi pilot project, yakni Puskesmas Tanjungsari, Jatinangor, Jatinunggal, Sukamantri, Darmaraja, dan Situraja.  "Dengan adanya sistem ini mudah-mudahan kita dapat hal positif, salah satunya menurunkan angka kematian ibu dan anak di Sumedang," ucapnya. (agn)


Sumedang Simpati, Hari Kesehatan Nasional

Berita Terkait