SUMEDANG - Wakil Bupati Sumedang (H. Erwan Setiawan, SE) menyampaikan bahwa Sumedang akan menerapkan PPKM Darurat berhubung dengan kasus penyebaran Covid-19 yang berkembang sangat cepat dalam beberapa hari terakhir seiring dengan munculnya berbagai varian baru, salah satunya Varian Delta Covid-19 yang daya tularnya lebih cepat dan sudah terdeteksi ada di Kabupaten Sumedang. "Situasi ini mengharuskan kita mengambil langkah yang lebih tegas agar kita bersama-sama dapat membendung penyebaran Covid-19," ujarnya.

Pemerintah memutuskan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali. Kebijakan tersebut berlaku mulai 3 sampai dengan 20 Juli 2021. Hal tersebut diumumkan Presiden Joko Widodo melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jum’at (02/07/2021).

PPKM darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku. PPKM darurat diterapkan di 48 Kabupaten/Kota yang mencatatkan nilai asesmen 4, serta di 74 Kabupaten/Kota dengan nilai asesmen 3 di wilayah Jawa-Bali. 

Adapun cakupan area PPKM darurat ini untuk 48 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasi pandemi level 4 dan 74 Kabupaten/Kota dengan asesmen situasi pandemi level 3 di Pulau Jawa dan Bali.

1. Asesmen situasi pandemi level 4 meliputi :

- Banten (Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kota Serang)

- Jawa Barat ( Purwakarta, Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Banjar, Kota Bandung, Karawang, Bekasi)

- DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu)

- Jawa Tengah (Sukoharjo, Rembang, Pati, Kudus, Kota Tegal, Kota Surakarta Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Magelang, Klaten, Kebumen, Grobogan, dan Banyumas)

- DI Yogyakarta (Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul)

- Jawa Timur (Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu).

2. Asesment situasi pandemi level 3 meliputi :

- Banten (Tangerang, Serang, Lebak, Kota Cilegon)

- Jawa Barat (Sumedang, Sukabumi, Subang, Pangandaran, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Garut, Cirebon, Cianjur, Ciamis, Bogor, Bandung Barat, Bandung)

- Jawa Tengah (Wonosobo, Wonogiri, Temanggung, Tegal, Sragen, Semarang, Purworejo, Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Magelang, Kota Pekalongan, Kendal, Karanganyar, Jepara, Demak, Cilacap, Brebes, Boyolali, Blora, Batang, Banjarnegara)

- DI Yogyakarta (Kulon Progo dan Gunungkidul)

- Jawa Timur (Tuban, Trenggalek, Situbondo, Sampang, Ponorogo, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Magetan, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, Banyuwangi dan Bangkalan)

- Bali (Kota Denpasar, Jembrana, Buleleng, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Bangli).

Selama pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali, dilakukan pembatasan pada sejumlah sektor dan kegiatan dengan target penurunan kasus harian <10 ribu/hari. (Diskominfosanditik)

(penerbit: sumedangkab.go.id)