Kalau ke Jatinunggal, Jangan Lupa Pindang Ikan Mas Manis


Baca juga : Sumpah Pemuda
Kalau ke Jatinunggal, Jangan Lupa Pindang Ikan Mas Manis


JATINUNGGAL - Dibuat secara tradisional dan metode sederhana serta bumbu kampung  yang higienis membuat  pindang ikan mas manis buatan warga Desa Sukamanah, Kecamatan Jatinunggal,  menjadi salah satu usaha yang potensial dan prospektif. Terlebih pindang ikan mas manis buatan warga itu,  telah menjadi ciri khas dengan rasa yang sedap.

Warga telah menggeluti pembuatan pindang tersebut sejak tahun 1960, berbekal ilmu yang sederhana. Warga bersama keluarga dan tetangga lainnya sampai saat ini, terus memproduksinya. Perajin pindang ikan mas, Nurhayati menyebutkan, dalam proses pembuatan pindang, sangatlah sederhana. “ Ikan mas dibuang kotorannya, kemudian disusun di dandang , setelah itu ditaburi uyah koral dan dimasak di hawu atau tungku selama tujuh  jam,” ujarnya seraya menyebutkan setelah air di panci mendidih barulah menaburkan bumbu lainnya dan gula sebagai pemanis.

Dalam seminggu, katanya, produksi pindang ikan itu, bisa mencapai 1-2 kuintal, yang dikerjakan oleh 11 orang.  “Sebenarnya pindang buatan saya sudah sampai Majalengka, tapi sehari-hari biasanya hanya dipasarkan oleh pedagang eceran tak jauh dari seputar Jatinunggal, tapi biasanya kalau ada tamu dari jauh sok bawa oleh-oleh pindang, ada dulu tamu dari Bandung, Jakarta bahkan sampai Jambi,”  katanya.

Selain memproduksi  pindang ikan mas, warga  juga memproduksi pindang ikan lainnya, seperti pindang ikan tawes, ikan mujaer, dan ikan nilem. Pindang-pindang tersebut sudah seringkali ikut dipamerkan dalam berbagai even, seperti  pameran di event  Festival Pindang Ikan Nusantara yang dilaksanakan oleh Kementrian Perikanan dan Kelautan di Jakarta. (nsa)

 


Sumedang Simpati, Kuliner Sumedang, Jejahi Sumedang

Artikel Terkait