2 Orang Meninggal Akibat DBD


Baca juga : Cegah DBD, Dinkes Punya Program Satu Rumah Satu Jumantik


DINKES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang terus berupaya menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD).  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dr. Renny Kurniawati Anton mengatakan, saat ini dirinya sedang membuat sistem informasi terpadu surveilance dan DBD.

Sistem ini adalah sistem pencatatan dan pelaporan dengan menggunakan sistem aplikasi sederhana, dua program disatukan yaitu program surveilance / pengamatan penyakit dan program pencegahan pengendalian penyakit DBD.  "Kebetulan sekarang saya sedang melakukan pelatihan kepemimpinan administrator. Saya mengambil satu aksi perubahan dalam diklat ini untuk membenahi data-data DBD," kata Renny, Jumat (1/5/2020)

Adapun tujuan jangka pendek sistem informasi tersebut adalah adanya sistem pencatatan pelaporan terpadu. Kemudian untuk jangka panjangnya adalah penurunan angka insidensi dan kematian karena DBD.  Dengan sistem informasi ini kami bisa mendapatkan database yang valid, sehingga tindakan pencegahan pengendalian DBD dapat dilakukan dengan cepat," ujarnya.

Dengan sistem tersebut, diharapkan pasien DBD bisa ditemukan lebih awal. "Sehingga nantinya kami bisa memutus mata rantai DBD, dan penderitanya juga tidak bertambah. Dan kedepannya penurunan angka insidensi dan kematian akibat DBD," ujarnya.

Sistem informasi tersebut juga diharapkan bisa membantu mengantisipasi siklus lima tahunan kasus DBD. Selain lebih menggiatkan fogging. Renny mengungkapkan, tahun ini angka kematian akibat DBD mencapai dua orang.   "Ada namanya siklus 5 tahunan. Dalam periode 5 tahun itu, 4 tahun kasus DBD agak tenang, tapi ketika memasuki tahun kelima terjadi kenaikan lagi," ujarnya. (agn)


DBD

Berita Terkait