Program Cerdas Eksotik Solusi Masalah Pendidikan di Sumedang


Baca juga : Program Cerdas Eksotik Solusi Masalah Pendidikan di Sumedang
Kepala Sekolah, Guru yang Diangkat untuk Memimpin Satuan Pendidikan. 


DISDIK- Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir berharap Program Gerakan Cerdas Eksotik Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang bisa menjadi solusi masalah di dunia pendidikan. Menurut bupati, masalah dunia pendidikan diantaranya angka harapan sekolah masyarakat Sumedang hanya 12 tahun.

"Berdasarkan survei angka harapan sekolah di Sumedang ini sampai 12 tahun. Jadi kebanyakan menginginkan sekolah hanya sampai tingkat SMA saja," kata bupati, saat menghadiri acara Anugerah Vidya Caryena Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang di Gedung Islamic Centre, Rabu (15/1/20202).

Masalah lainnya, yakni indeks minat baca yang sangat kecil. Dikatakan, indeks minat baca secara nasional ada diangka 0,001. Artinya, dari seribu orang, hanya satu orang yang gemar membaca buku. "Bahkan Indonesia ini menempati rangking 60 dari 61 negara di dunia yang disurvei. Saya yakin kondisinya di Sumedang juga sama," ujarnya.

Lalu, Dony juga mengatakan, kualitas kompetensi guru di Sumedang masih menjadi masalah.  "Kualitas kompetensi guru harus ditingkatkan. Wawasan, pengalaman, sikap, serta keterampilan harus ditingkatkan. Sehingga menjadi guru yang kompeten," katanya.

Selain itu, menurut Dony, para guru juga harus menanamkan pendidikan budi pekerti.  "Di zaman sekarang ini moral dan akhlak anak-anak harus terus ditanamkan. Dan tentunya sapras juga harus diperhatikan. Prioritaskan perbaikan bangunan yang kondisinya rusak berat," katanya. (agn)


Anugerah Anugerah Vidya Caryena, Cerdas Eksotik, Disdik

Berita Terkait