Siaran Pers Perkembangan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Kabupaten Sumedang 17 Mei 2020


Baca juga : Bupati Ajak Masyarakat Berdonasi via Baznas untuk Tanggulangi Corona


SUMEDANG - Perkembangan terkait situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang, pada hari Minggu Tanggal 17 Mei 2020 Pukul 16.00 WIB
masih perlu lebih diwaspadai. Adapun perkembangan lengkapnya adalah sebagai berikut :
* Positif Covid-19
1. Berdasarkan uji Polymerease Chain Reaction / SWAB, terdapat pasien
positif sebanyak 9 orang, yang terdiri dari :
- Kecamatan Sumedang Selatan 1 orang
- Kecamatan Jatinangor 3 orang
- Kecamatan Cimanggung 1 orang
- Kecamatan Buahdua 1 orang
- Kecamatan Ujungjaya 2 orang
- Kecamatan Tomo 1 orang
Dari total 10 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB, 1 orang diantaranya
telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu pasien dari Kecamatan
Darmaraja.
2. Berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan Reaktif Rapid Test sebanyak 18 orang, dimana kategori Reaktif Rapid Test ini dipilah menjadi
ODP Reaktif dan PDP Reaktif, dengan data sebagai berikut :
a. ODP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test tapi tidak bergejala,
jumlahnya sebanyak 8 orang, terdiri dari :
- Kecamatan Surian 1 orang
- Kecamatan Buahdua 2 orang
- Kecamatan Ujungjaya 2 orang
- Kecamatan Paseh 1 orang
- Kecamatan Ganeas 1 orang
- Kecamatan Wado 1 orang
b. PDP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test dengan gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakit tertentu, jumlahnya sebanyak 10
orang, terdiri dari :
- Kecamatan Surian 1 orang
- Kecamatan Sumedang Selatan 2 orang
- Kecamatan Cisitu 2 orang
- Kecamatan Situraja 1 orang
- Kecamatan Tanjungsari 2 orang
- Cikancung Bandung 1 orang
- Kecamatan Tanjungmedar 1 orang
Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 64 orang, sebanyak 43 orang
dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal. Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar covid 19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction / SWAB. Serta perlu kami sampaikan pula kepada seluruh warga masyarakat kabupaten sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum
tentu positif covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien covid 19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar covid 19 bila ternyata
jenazah tersebut terbukti positif covid 19.
3. Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien Rapid Test Reaktif jumlahnya dipisahkan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dengan tujuan agar tidak terjadi duplikasi data.
? Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang dirawat dengan memiliki 
riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia maupun yang tidak bergejala, pada hari 
ini tidak ada PDP, dimana dari jumlah 51 orang, 50 orang dinyatakan selesai perawatan dan 1 orang meninggal.
* Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau  ISPA tanpa pneumonia, jumlahnya sebanyak 24 orang, dinyatakan selesai
menjalani masa pemantauan 922 orang, sehingga jumlah total sebanyak 946 orang.
* Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah
kontak erat dengan orang yang positif Covid-19, jumlahnya sebanyak 122 orang.
* Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal
17 Mei 2020 adalah :
- Selesai Rapid Test 3.039 orang
- Selesai Rapid Test ulang 85 orang.
* Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 
28 April 2020 sampai dengan 17 Mei 2020 dilakukan terhadap 1.446 orang
dengan hasil sebanyak 1.421 orang negatif dan 25 orang reaktif.
* Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun, jumlahnya sebanyak 2.065 orang, jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 25 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 2.090 orang.
* Hari ini, Minggu tanggal 17 Mei 2020 merupakan hari keduabelas dilaksanakannya PSBB Tahap ke II di Kabupaten Sumedang, yang akan berlangsung selama 14 hari sampai dengan tanggal 19 Mei 2020. Kami harapkan Masyarakat Kabupaten Sumedang dapat mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam pemberlakuan PSBB di Kabupaten Sumedang.
* Perlu kita pahami bersama, bahwa PSBB bisa dikatakan berhasil apabila 5
capaian indikator keberhasilan PSBB dapat dipenuhi, yaitu :
1. Kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan;
2. Jumlah kasus menurun/hilang dan ditemukannya peta persebaran covid-
19 melalui tes masif dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) maupun 
Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR);
3. Stabilnya ekonomi selama penerapan PSBB;
4. Volume kendaraan dan pergerakan orang kurang dari 30 persen baik di pemukiman maupun di jalanan; dan
5. Jaring Pengaman Sosial dijalankan dengan baik dan efektif.
* Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mengendalikan, mengatur dan membatasi 
pergerakan orang, serta mendeteksi kemungkinan orang terpapar covid 19, baik di dalam wilayah Kabupaten Sumedang maupun yang keluar masuk Kabupaten Sumedang, telah dibentuk Posko Chek Point yang sampai dengan 17 mei 2020
pukul 15.00 WIB, dapat kami laporkan sebagai berikut :
1. Chek point A
* Kendaraan diberhentikan : 209 kendaraan
* Kendaraan diputar balik : 86 kendaraan
* Jumlah pelanggaran : 143 pelanggaran
2. Chek Point B
* Kendaraan diberhentikan : 256 kendaraan
* Kendaraan diputar balik : 7 3 kendaraan
* Jumlah pelanggaran : 250 pelanggaran
3. Chek Point C
* Kendaraan diberhentikan : 12.828 kendaraan
* Kendaraan diputar balik : 432 kendaraan
* Jumlah pelanggaran : 375 pelanggaran
* Bagi masyarakat Sumedang yang mempunyai sanak Saudara di Perantauan, 
diimbau untuk tidak melaksanakan mudik, sebab bagi mereka yang memaksakan diri untuk mudik tanpa keterangan pendukung yang sesuai dengan peraturan yang
telah ditetapkan, maka kami akan mengkarantina mereka selama 14 hari di check point perbatasan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada.
* Selanjutnya, penyaluran Bantuan Sosial dengan dana yang bersumber dari Data Non DTKS Kabupaten Sumedang, yang berjumlah 15.000 kepala keluarga berupa Bantuan langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 500.000,- per kepala keluarga, melalui Bank Sumedang, Progresnya sampai dengan 17 Mei 2020 telah disalurkan kepada sebanyak 14.750 Kepala Keluarga dengan total nilai uang yang telah disalurkan yaitu sebesar Rp. 7.375.000.000,- atau sebesar 98,33 persen. Sedangkan Realisasi dana Biaya Tidak Terduga (BTT) sampai dengan tanggal 14 Mei 2020 telah terserapsebesar Rp. 15.568.656.000,-
* Bantuan sosial dari Pos lainnya, mulai tanggal 14 Mei 2020 secara bertahap mulai disalurkan, baik itu bantuan yang berasal dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Dana Desa serta Bantuan berupa Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) yang dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
yang selama ini sudah berjalan setiap hari.
* Menjelang Idul Fitri, sejumlah titik berpotensi menjadi lokasi rawan penyebaran Covid-19, di antaranya pasar, terminal dan tempat ibadah. Masyarakat Sumedang diharapkan waspada dan tetap disiplin menjalankan physical distancing, menggunakan masker saat bepergian keluar rumah dan mencuci tangan pakai 
sabun.
* Dalam rangka melayani kebutuhan informasi dan pengaduan terkait covid 19, Pelaksanaan PSBB dan Bantuan Sosial Gugus Tugas Penanganan Covid 19 menyediakan pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat melalui :
- Call Centre PSC 119
- Website https//covid19.sumedangkab.go.id
- Sumedang Simpati Quick Response 081 120 001 33
* Perlu juga kiranya disampaikan, bahwa sampai saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang tidak mengeluarkan ketetapan apapun terkait dengan pelonggaran PSBB. PSBB tetap dijalankan secara ketat dan masyarakat Sumedang diimbau untuk tetap mematuhi seluruh ketentuan. Disiplin, disiplin dan disiplin adalah satu-satunya cara mengurangi laju sebaran penularan Covid-19.
Demikian, Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Virus Corona di Kabupaten Sumedang pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2020, kepada seluruh
warga masyarakat Kabupaten Sumedang diimbau agar tetap tenang dan
waspada serta jangan panik dalam menghadapi situasi ini. Semoga Allah Subhanahu
WaTa’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan.
Bilahitaufik walhidayah Wasalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh.
GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 KABUPATEN SUMEDANG*


Covid19

Berita Terkait