Warga Desa Kadu Dilarang Keluar Desa Tanpa Alasan


Baca juga : Sumedang Diusulkan Masuk PSBB Bersama Bandung Raya
Dinkes Himbau Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Virus Corona
Haji Umuh Serahkan Bantuan APD dan Masker untuk Tenaga Kesehatan


JATIGEDE - Kepala Desa Kadu Otong Rasmadi mengatakan, pihaknya melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan secara pro aktif. Secara geografis, Desa Kadu berbatasan langsung dengan Majalengka.  "Ada beberapa langkah yang kami lakukan, diantaranya pemberian imbauan melalui pengeras suara di tiap wilayah dusun dan masjid-masjid, gencar sosialisasi melalui media sosial, mengadakan kuis-kuisan di FB untuk menarik perhatian masyarakat tentang Covid-19 dan menyebarkan brosur himbauan yang dibagikan ke setiap rumah," kata Otong, Rabu (6/5/2020).

Kemudian, pihaknya juga melakukan pembagian dan penyemprotan cairan disinfektan di tempat umum secara bertahap, pembagian handsanitizer/ sabun cuci tangan untuk seluruh KK, pemantauan ketat terhadap OTG/ODR, pembagian masker untuk seluruh warga dan membangun serta memungsikan posko siaga Covid-19.  "Sedangkan untuk pembentukan relawan kami melibatkan berbagai unsur. Baik itu unsur pemerintahan, unsur babinsa/ babinkamtibmas, lembaga dan organisasi yang ada seperti RT/RW, DKM, pemuda dan juga petugas kesehatan yang ada di Desa Kadu," ujar Otong.

Selama pelaksanaan PSBB di Kabupaten Sumedang ini, kata Otong, sebisa mungkin pihaknya tidak mengijinkan warga luar masuk ataupun melintas ke wilayah desa tanpa masker dan tanpa tujuan yang penting.  "Kami juga melarang warga pergi keluar desa tanpa masker dan tanpa alasan yang jelas. Walaupun kami akui masih saja ada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi," tuturnya. (agn)


PSBB, Corona, Masker

Berita Terkait