728 x 90

Berita Sumedang

Berita
Website Kabupaten Sumedang


BPOM Teliti Jajanan di 10 Sekolah Dasar
15 Apr 2019 | 24 views

| | |



SUMEDANGKAB.GO.ID, JATINANGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman mengatakan salah satu tantangan berat pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan adalah memastikan pangan jajanan anak sekolah sehat. "Sepertinya sederhana tapi apabila tidak kita antisipasi, dampaknya fatal. Anak-anak kita akan mengkonsumsi makanan tidak sehat bahkan mengandung racun," kata Herman saat membuka binaan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan di Lingkungan Sekolah Dengan Judul: Intensifikasi Pangan Bersama Lintas Sektor di Jatinangor, Senin (20/4/2019).

Rapat pembinaan Pangan Jajanan Anak Sekolah bagi 10 Sekolah Dasar percontohan, kerjasama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung. BPOM  akan melakukan penelitian tingkat kehigienisan jajanan anak di sekolah. 

Kepala BPOM Bandung, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan, penelitian tingkat higienes jajanan anak setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang menemukan zat beracun pada makanan siap saji. "Anak-anak belum mampu memilah produk pangan yang aman, makannya kami awali dengan tingkatan SD,” kata I Gusti.

Menurutnya, kesadaran masyarakat sudah tumbuh untukmencari makanan yang sehat. "Contoh kasus adalah zat Rodamin B di terasi jauh menurun, karena masyarakat sudah tidak mencari lagi terasi yang warna merah. Kalau dulu yang warnanya makin merah itu makin bagus padahal berbahaya," katanya.

BPOM, terang dia, akan melakukan edukasi terhadap para pedagang jajanan di sekolah-sekolah. Mereka akan diarahkan untuk menyajikan makanan sehat. Sepuluh sekolah yang akan diteliti jajanan anaknya, wilayah Sumedang Selatan meliputi SD IT As-Samadani, SDIT Insan Sejahtera, SDN Pakuwon 1 hingga SDN Sukaraja 1. Wilayah Sumedang Utara, hanya SDN Panyingkiran II saja. Wilayah Jatinangor meliputi, SD IT Imam Bukhari, SDN Cibeusi, SDN Cikeruh II, SDN Cipacing dan SDN Sayang. [vrs]




sumber :